Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; LDAP has a deprecated constructor in /home/student/wordpress/wp-content/plugins/wpmuldap/lib/ldap_core.php on line 12
Belajar dari Pengalaman Seniman - silviayohana's blog

Belajar dari Pengalaman Seniman

Belajar dari Pengalaman Seniman

Pengalaman adalah guru paling berharga.    Pengalaman ini yang dibagikan oleh seniman Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di SMA Negeri 1 Purwakarta. SMA Negeri 1 Purwakarta merupakan salah satu sekolah yang mengikuti program GSMS. Di sini, sang seniman seni rupa, Yusa Widiana, tidak hanya memberikan materi akan tetapi menceritakan pengalamannya dalam berseni. 

“Seniman memberikan stimulus kepada siswa. Menceritakan bagaimana seniman membuat karya dan pengalamnnya. Ada juga pemutaran video. Hal tersebut bertujuan untuk memotivasi siswa dalam berkarya,” ujar Asisten Seniman, Asri Nur Rifayani saat ditemui di SMA Negeri 1 Purwakarta, Jalan Singawinata No.113, Nagri Kidul, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu, 24 November 2018. 

Asri menjelaskan dalam pembelajaran , pertama siswa diberikan materi singkat mengenai seni yang akan dilakukan, kemudian praktik. Berbeda dengan pelajaran di kelas, seniman akan memberikan tips dan trik mengenai seni rupa yang didasari pada pengalamannnya. 

Ini yang menarik bagi siswa. Di sini siswa belajar langsung seni dari

ahlinya, banyak pengalaman- pengaman seniman yang diceritakan kepada siswa untuk dijadikan pembelajaran. 

“Diajarkan dulu materi jenis-jenis batik misalnya, peralatannya ada apa aja. Baru setelah itu praktik membuat batik. Pertama membuat desainnya dulu, setelah itu baru membuat batik di kain,” ujar Asri. 

Asri mengatakan, pemilihan materi pada program GSMS didasari oleh

minat siswa. Pembelajaran pun disesuaikan dengan pembelajaran di sekolah. Sehingga tidak mengulang pelajaran seni di sekolah. 

“Awalnya kami melihat minat dari siswa sendiri. Pembelajaran seperti apa yang diinginkan oleh siswa. Pada pertemuan pertama, seniman berdiskusi dengan siswa tentang pelajaran apa yang diinginkan oleh siswa,” ujar Asri. 

Seni rupa yang diajarkan kepada siswa diantaranya seni membatik,

melukis untuk tas kanvas hingga seni mural. Kesenian tersebut tidak diajarkan oleh guru di kelas. 

“Untuk yang seni mural kita masih pada tahap membuat desain. Nantinya akan dilukis oleh siswa di dinding, jika tidak di dinding kita melukis di tripleks, agar mudah juga memindahkannya,” ujar Asri.

Terdapat 20 siswa yang mengikuti program ini. Mereka terdiri dari siswa kelas 10, 11 dan 12. Siswa tidak dipilih oleh sekolah untuk mengikuti program GSMS, Asri mengatakan siswa ikut merupakan siswa yang memang memiliki minat mempelajari seni rupa. 

“Selain 20 siswa ini sebenarnya ada siswa lain yang ikut. Jadi di sini sifatnya tidak mengikat, semua siswa bisa ikut dan antusiasnya sangat baik,” ujar Asri. ***

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/